Raflis

Menuju Masa Depan Yang Lebih Baik

Banjir di Kepulauan Meranti

Posted by raflis on January 25, 2011

Jl. Imam Bonjol Selat Panjang banjir (Foto : Anje Mello FB)
Selat Panjang Banjir, Selatpanjang tenggelam heboh di Jejaring Sosial, itu masalah klasik, masih ingat waktu sekolah di SMPN 2 Selat Panjang (sekarang SMPN 3 Selat Panjang). Dulu dan sampai saat ini kalau sudah musim pasang besar air laut daerah sekitar Jalan Imam Bonjol akan tenggelam sampai selutut, kalau sekarang selain musim pasang besar juga musim hujan akan menyebabkan banjir, bagaimana jika saat musim pasang besar air laut ditambah dengan musim hujan alamat “Karam” tenggelam.
Selat Panjang sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti hendaknya dibenahi secara mendasar, Tata Kota, Drainase (saluran air) mesti menjadi program utama pembenahan, seharusnya Drainase ini sudah dipikirkan sebelum Hutan Ruko berdiri disepanjang jalan, namun semuanya telah terlanjur Ruko yang ada tak mungkin kita robohkan (kecuali kalau memang sudah melanggar Tata ruang). Sekarang bagaimana dengan kondisi yang ada kita bisa mengatasi permasalahan banjir ini. Bappeda, Dinas PU ranjang masterplan Drainase kota Selatpanjang bangun kalau perlu mulai kembali dari titik nol, rancang untuk sampai 10 tahun kedepan, ini harus diselesaikan secara tuntas, gunakan tenaga ahli untuk mendesain kota Selatpanjang yang bebas dari Banjir untuk 5 sampai 10 tahun kedepan (jika perlu dengan proyek multiyears), jangan menganggap remeh permasalahan banjir yang ada sekarang.
Canangkan kampanye massal untuk membina kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga kebersihan terutama menjaga jangan membuang sampah di saluran pembuangan air, kampanyekan juga menanam pohon di setiap rumah dan Ruko, jika perlu buat PERDA tentang ini, didalam Perda tersbut juga cantumkan dengan jelas dan tegas tentang penanaman Pohon, pelarangan Semenisasi beton untuk halaman (pakai Paving block atau rumput), Pembuatan BIOPORI untuk membuat resapan air, dan ini semua mesti menjadi Prioritas untuk mengantisipasi kemajuan kota Selat Panjang kedepan

“Pada tahun-tahun terakhir ini, jalan menuju rutan juga termasuk komplek rutan sendiri selalu mengalami banjir akibat air laut pasang, hingga mencapai setengah meter. Untuk itu kami mohon bapak bupati dapat memprioritaskan perbaikan jalan menuju kantor Cabang Rutan ini, karena sebagaimana kita ketahui, jembatan mengalami kerusakan berat, jalan yang sangat sempit juga selalu terendam air laut pasang,” harap Marles. (Putra)

 

 

http://berita.pendidikanriau.com/2010/10/150-ha-padi-di-meranti-terancam-mati.html

19 October 2010150 Ha Padi di Meranti Terancam Mati

SELAT PANJANG, Sebanyak 150 Ha tanaman padi berumur 5 bulan, di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Meranti terancam mati. Akibat genangan luapan air laut selama sebulan terahir yang menggenangi lahan pertanian milik warga.

Berdasarkan data dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Pertanian Kabupaten Meranti. Lahan pertanian padi di Kecamatan Rangsang Barat terdapat seluas 1550 Ha dan seluas 150 Ha diantaranya saat ini tengah terancam mati, akibat genangan air asin yang meluap dari laut.

“Kalau berdasarkan pengalaman pertanian, kemungkinan hidup bagi padi yang telah di
genangi air asin sangat minin. Terlebih lagi kondisinya saat ini, lahan seluas 150 Ha
ini sudah digenangi air asin selama satu bulan.” ungkap Kepala UPTD Pertanian Kecaman
Rangsang Barat, Herman.

Genagan air asin yang mulai surut dan sudah tidak lagi menggenangi tanaman padi milik warga tersebut. Tanaman padi terlihat mulai berganti warna, mengering dan sebahagian diantaranya telah mati.

Salah seorang warga bernama Anto (50) menyebutkan keseluruhan padi tersebut selesai ditanam warga pada pertengahan bulan Mei lalu dan mulai di serang banjir pada awal bulan September lalu.

Saat ini para petani padi di Kecamatan Rangsang Barat sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah setempat dalam penanggulangan bencana banjir dari luapan air laut. Agar tidak lagi mengganggu aktivitas pertanian padi warga.

“Kami sangat berharap agar Pemda dapat melakukan upayah penanggulangan bencana banjir ini agar tidak mengganggu pertanian.” ujarnya. Diperkirahkan, akibat musibahnya ini warga mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah. (MTC)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: