Raflis

Menuju Masa Depan Yang Lebih Baik

Fakta Awal yang memperkuat hipotesa tenggelamnya Pulau2 di pesisir timur sumatera

Posted by raflis on January 25, 2011

Fakta Awal yang memperkuat tenggelamnya pulau2 kecil di pesisir timur sumatra (Hipotesa:dalam kurun waktu 60 tahun).

  • Ahad 23 Januari 2011 Sejumlah wilayah di kabupaten Indragiri hilir dan kepulauan meranti dilanda banjir Rob (Dampak dari Kenaikan permukaan air laut dan anomali cuaca)
  • Rabu 20 Januari 2011: Tim Independent dephut menemukan laju subsidence 4 cm/tahun

Ahad, 23 Januari 2011 19:43
Rumah dan Ruko Terendam, Banjir Rob Landa Inhil
Sejumlah wilayah di Kabupaten Inhil dilanda banjir luapan air laut atau rib. Selain jalan raya, rumah dan ruko juga terendam.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Ratusan rumah warga Indragiri Hilir terendam banjir pasang (rob), Ahad (23/1/11). Bahkan, puluhan ruko di Jalan Sudirman Tembilahan kemasukan banjir.

Berdasarkan pemantauan riauterkini.com di lapangan, banjir pasang yang merendam kawasan Inhil saat kali ini cukup tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti kawasan Jalan Sudirman, Jalan Hangtuah, Jalan M Boya, bahkan Jalan Telaga Biru tampak digenangi air mencapai 30 sampai 40 sentimeter.

“Memang banjir pasang kali ini cukup tinggi, sampai merendam jalan-jalan yang selama ini tidak pernah terendam, seperti Jalan Telaga Biru, Jalan Hangtuah dan ruas jalan lainnya,” ujar Zulfadli, warga Tembilahan kepada riauterkini.com, Ahad (23/1/11).

Tampak pula beberapa pemilik dan karyawan yang rukonya terendam sibuk menutup akses masuk air kedalam bangunan ruko. Bagi yang tak sempat memasang penghambat air masuk ke ruko, terpaksa menimba air yang merendam.

Genangan air yang cukup tinggi di badan jalan dimanfaatkan anak-anak untuk berenang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebanyakan rumah di kawasan pesisir Inhil terendam banjir, sehingga warga terpaksa menyelamatkan barang-barangnya ketempat yang lebih tinggi, terutama alat elektronik dan tempat tidur.

“Memang pasang kali ini sangat tinggi, banyak rumah yang terendam banjir, bahkan ada sampai melewati mata kaki,” sebut Hendri Fahroni, warga Desa Concong, Kecamatan Concong kepada riauterkini.com, Ahad (23/1/11). Menurut warga banjir pasang yang terjadi ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena biasanya pasang tertinggi, sampai bulan Desember saja, tapi kali ini bulan Januari pasang tinggi tetap berlangsung.***(mar)

 

Rabu, 20 Januari 2010 12:13
Temuan Tim Independen Dephut, Permukaan Tanah Semenangjung Kampar Turun 4 Centimeter Pertahun

Tim Independen telah menyerahkan hasil penelitian lapangan di Semenanjung Kampar kepada Menhut. Salah satu temuannya adalah penurunan permukaan tanah 4 centimeter pertahun.

Riauterkini-PEKANBARU- Anggota Tim Independen Departemen Kehutanan yang merupakan pakar tanah Universitas Riau (UR) Wawan mengungkapkan, bahwa pada Jumat lalu timnya telah menyerahkan hasil penelitian lapangan di Semenanjung Kampar kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Saleh. Seluruh data lapangan dan rekomendasi tim telah diserahkan dan selanjutnya menyerahkan kepada Menhut untuk mengambil langkah kebijakan terkait masalah tersebut.

 

“Tujuan kami ke lokasi adalah untuk melakukan penelitian mengenai ekohidro, kondisi tata air di Semenanjung Kampar setelah dilakukan pembukaan konsesi HTI sejumlah perusahaan,” ujarnya kepada riauterkini di Pekanbaru, Rabu (20/1/10).

Menurut Wawan, dari tinjauan lapangan, tim menyimpulkan, bahwa secara umum ekohidro di Semenanjung Kampar masih baik. Masih memenuhi standar rekomendasi sejumlah pihak, meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan pembenahan.

Misalanya, mengenai penurunan permukaan tanah (supsidensi) di Semenanjung Kampar yang mencapai 4 centimeter setiap tahunnya. “Supsidensi di sana mestinya masih bisa ditekan lagi. Caranya dengan memaksimalkan menejemen pengelolaan air atau watter manajemen,” tuturnya.

Dijelaskan Wawan, penurunan permukaan tanah, bisa diatasi dengan menjaga ketinggian air permukaan. Ia juga menyebutkan, bahwa penurunan permukaan tanah bukan sesuatu yang luar biasa. “Itu sudah konsekwensi dari sebuah perubahan kawasan. Pasti terjadi. Masalahnya adalah, bagaiaman solusi menekan penurunan permukaan tanah setiap tahunnya,” jelasnya.

Kemudian mengenai masih tingginya emisi karbon di lokasi tersebut. Hanya saja, menurut Wawan, perbaikan kondisi tersebut tidak mungkin hanya dibebankan kepada PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), karena faktanya, di Semenanjung Kampar, RAPP hanya mendapat konsesi di Teluk Meranti. Ada sejumlah perusahaan yang juga beroperasi di sana, seperti PT. Arara Abadi. “Harus dilakukan secara intergral. Tidak bisa hanya RAPP, karena itu harus ada pihak yang mengkoordinasikan pengelolaan lahan oleh pihak-pihak terkait di sana,” demikian penjelasannya.***(mad)

.


Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: